Perbandingan Kelebihan Granit dan Keramik, Mana Lebih Awet?

Memilih material lantai sering kali membuat bingung, terutama ketika harus menentukan antara granit dan keramik. kelebihan granit dan keramik, Keduanya sama-sama populer di pasaran, namun masing-masing memiliki karakter dan keunggulan yang berbeda. Banyak orang memilih berdasarkan tampilan, padahal faktor ketahanan dan fungsi jangka panjang juga sangat menentukan.

Dengan memahami kelebihan granit dibanding keramik secara menyeluruh, kamu bisa menyesuaikan pilihan lantai dengan kebutuhan ruang, aktivitas penghuni, serta anggaran. Artikel ini akan membahas perbandingan keduanya secara lebih detail agar kamu tidak salah pilih.

Granit dan Keramik, Apa Bedanya Secara Umum?

Granit dan keramik sama-sama digunakan sebagai material penutup lantai dan dinding. Namun, proses produksi dan struktur material keduanya cukup berbeda. Perbedaan inilah yang memengaruhi daya tahan, tampilan, serta cara perawatannya.

Proses Produksi Granit

Granit tile diproduksi melalui proses pemadatan dan pembakaran dengan tekanan tinggi. Proses ini menghasilkan material yang lebih padat, keras, dan minim pori. Struktur tersebut membuat granit memiliki daya tahan yang baik terhadap beban, gesekan, dan perubahan suhu. Karena itu, granit sering digunakan pada area dengan aktivitas tinggi.

Proses Produksi Keramik

Keramik terbuat dari tanah liat yang dibakar pada suhu tertentu dengan tingkat kepadatan lebih rendah daripada granit. Material ini memiliki pori lebih banyak sehingga bobotnya lebih ringan. Karakter ini membuat keramik lebih mudah dipotong dan dipasang, namun ketahanannya cenderung lebih terbatas jika dibandingkan granit.

Perbandingan Kelebihan Granit dan Keramik dari Berbagai Aspek

Kelebihan Granit Dibanding Keramik, Mana Lebih Tahan Lama-2

Berikut beberapa poin penting yang menjelaskan keunggulan granit jika dibandingkan dengan keramik.

1. Granit Lebih Tahan Terhadap Beban dan Tekanan

Salah satu perbandingan kelebihan granit dan keramik terlihat dari kekuatan strukturnya. Granit mampu menopang beban berat seperti furnitur besar tanpa mudah retak atau pecah. Sebaliknya, keramik lebih rentan mengalami kerusakan jika terkena tekanan berlebih atau benturan keras. Oleh karena itu, granit lebih aman digunakan untuk area utama rumah.

2. Granit Lebih Stabil untuk Jangka Panjang

Granit memiliki tingkat kepadatan tinggi sehingga lebih stabil terhadap perubahan suhu dan kelembapan. Material ini tidak mudah memuai atau menyusut, sehingga lantai tetap rata dalam waktu lama. Keramik cenderung lebih sensitif terhadap perubahan lingkungan. Jika pemasangan kurang tepat, keramik bisa mengalami retak rambut atau nat yang melebar.

3. Tampilan Granit Lebih Konsisten Seiring Waktu

Perbandingan kelebihan granit dan keramik juga terlihat dari sisi visual. Permukaan granit cenderung mempertahankan warna dan kilapnya meskipun sudah bertahun-tahun. Keramik, terutama dengan kualitas standar, lebih mudah terlihat kusam atau mengalami perubahan warna akibat gesekan dan paparan cairan pembersih.

4. Granit Lebih Cocok untuk Area dengan Aktivitas Tinggi

Granit mendukung aktivitas rumah tangga yang padat karena tidak mudah aus. Area seperti ruang tamu, ruang keluarga, hingga area komersial ringan lebih aman menggunakan granit. Sementara itu, keramik lebih cocok untuk area dengan aktivitas ringan hingga sedang, seperti kamar tidur atau area dinding.

5. Granit Lebih Mudah Menjaga Kerapihannya

Permukaan granit yang padat dan minim pori membuat kotoran tidak mudah menempel. Proses pembersihan pun menjadi lebih praktis dan efisien. Keramik dengan pori lebih besar berisiko menyerap noda jika tidak ada lapisan glasur dengan baik. Hal ini dapat memengaruhi kebersihan lantai dalam jangka panjang.

6. Granit Memberikan Nilai Estetika yang Lebih Tinggi

Granit sering memberikan kesan lebih mewah dan solid pada ruangan. Pilihan motif dan ukuran besar juga membantu menciptakan tampilan lantai yang lebih rapi dan modern. Keramik memiliki variasi motif yang sangat banyak, namun sambungan nat biasanya terlihat lebih jelas, terutama pada ukuran kecil.

Kapan Keramik Tetap Menjadi Pilihan yang Tepat?

Meskipun granit memiliki banyak keunggulan, keramik tetap relevan untuk kondisi tertentu. Pemilihan material sebaiknya tetap menyesuaikan dengan kebutuhan ruang.

Keramik dapat menjadi pilihan tepat jika:

  • Digunakan pada area dengan aktivitas ringan

  • Membutuhkan biaya awal yang lebih ekonomis

  • Digunakan sebagai pelapis dinding atau area dekoratif

Dengan penempatan yang tepat, keramik tetap mampu memberikan fungsi dan estetika yang baik.

Mana yang Lebih Tahan Lama, Granit atau Keramik?

Jika melihat dari kekuatan material, stabilitas, dan ketahanan terhadap aktivitas harian, granit memiliki keunggulan yang lebih menonjol. Inilah alasan mengapa perbandingan kelebihan granit dan keramik sering menjadi pertimbangan utama dalam proyek hunian modern.

Namun, ketahanan lantai tetap bergantung pada teknik pemasangan dan kualitas material. Dengan aplikasi yang tepat, baik granit maupun keramik dapat memberikan hasil maksimal sesuai fungsinya.

Kesimpulan

perbandingan kelebihan granit dan keramik terlihat jelas dari daya tahan, stabilitas, dan tampilan jangka panjangnya. Granit lebih cocok untuk area dengan aktivitas tinggi dan penggunaan intensif, sementara keramik tetap relevan untuk area tertentu dengan kebutuhan berbeda.

Jika kamu masih ragu menentukan pilihan lantai atau membutuhkan rekomendasi produk dan material pendukung yang sesuai, sebaiknya lakukan konsultasi terlebih dahulu melalui website belanja material. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan solusi lantai yang tepat tanpa risiko salah pilih dan hasilnya lebih optimal.