
Keramik Pressed dan Glazed: Kenali Ciri dan Perbedaannya
Keramik Pressed dan Glazed bukan hanya soal tampilan akhir, tetapi juga berkaitan dengan proses produksi dan karakter teknis yang mempengaruhi kualitasnya. Banyak orang terpikat oleh warna dan motif tanpa memahami perbedaan struktur serta daya tahannya. Padahal, keputusan memilih jenis keramik akan sangat mempengaruhi kenyamanan penggunaan dan biaya perawatan dalam jangka panjang.
Keramik Pressed dan Glazed memiliki perbedaan mendasar yang penting untuk dipahami sebelum Anda menentukan pilihan. Melalui pembahasan ini, Anda akan memahami karakter, fungsi, serta keunggulan masing-masing jenis secara menyeluruh. Dengan begitu, Anda dapat menyesuaikan material dengan kebutuhan ruang tanpa resiko salah pilih.
Mengenal Konsep Dasar Keramik Pressed dan Glazed
Sebelum membahas lebih jauh, penting memahami bahwa Keramik Pressed dan Glazed mengacu pada dua aspek berbeda dalam dunia keramik. âPressedâ merujuk pada metode pembentukan dengan tekanan tinggi, sedangkan âglazedâ mengacu pada lapisan glasir yang melapisi permukaan keramik.
Produsen membuat keramik pressed dengan teknik pemadatan kuat agar menghasilkan struktur yang lebih solid. Sementara itu, produsen menambahkan glasir pada keramik glazed untuk meningkatkan tampilan sekaligus memberikan perlindungan tambahan. Oleh karena itu, memahami Keramik Pressed dan Glazed akan membantu Anda melihatnya dari sisi teknis maupun estetika.
Perbedaan Proses Produksi dan Dampaknya pada Kualitas
1. Proses Pemadatan pada Keramik Pressed
Produsen membentuk keramik pressed dengan tekanan tinggi sebelum memasukkannya ke dalam tungku pembakaran bersuhu ekstrim. Tekanan ini membuat partikel tanah liat menyatu lebih rapat sehingga daya serap air menjadi lebih rendah. Struktur yang padat inilah yang membuat keramik pressed lebih kuat terhadap beban dan benturan.
Dalam konteks Keramik Pressed dan Glazed, tipe pressed sering dipilih untuk area dengan lalu lintas tinggi. Selain itu, tingkat kepadatan yang baik membantu meminimalkan risiko retak akibat perubahan suhu atau tekanan.
2. Lapisan Glasir pada Keramik Glazed
Produsen melapisi permukaan keramik glazed dengan cairan khusus sebelum pembakaran akhir. Lapisan ini meleleh dan membentuk permukaan mengkilap, matte, atau bertekstur sesuai desain yang diinginkan. Glasir tidak hanya mempercantik tampilan, tetapi juga melindungi permukaan dari noda.
Karena itu, dalam kategori Keramik Pressed dan Glazed, tipe glazed sering digunakan untuk area yang membutuhkan nilai estetika tinggi. Selain tampil menarik, permukaannya juga lebih mudah dibersihkan.
Perbandingan Teknis Keramik Pressed dan Glazed
Agar lebih mudah dipahami, berikut gambaran perbandingan Keramik Pressed dan Glazed dari beberapa aspek penting:
- Kekuatan Struktur
Keramik pressed memiliki kepadatan lebih tinggi sehingga lebih tahan beban. Sementara itu, glazed bergantung pada kualitas dasar keramik dan ketebalan glasirnya. - Tampilan Visual
Glazed menawarkan variasi motif, warna, dan efek permukaan yang lebih kaya. Pressed cenderung memiliki tampilan lebih natural dan sederhana. - Perawatan Harian
Permukaan glazed lebih mudah dibersihkan karena tertutup glasir. Sebaliknya, pressed tanpa pelapis tambahan bisa memerlukan perawatan ekstra.
Kapan Harus Menggunakan Keramik Pressed dan Glazed?
1. Untuk Area Lantai dengan Beban Tinggi
Gunakan keramik pressed pada ruang tamu, teras, atau area komersial dengan lalu lintas tinggi. Struktur padatnya membantu menahan tekanan furniture berat dan aktivitas intens. Untuk daya tahan dalam jangka panjang, biasanya kontraktor akan merekomendasikan keramik jenis pressed karena mampu menahan beban berat dan cocok untuk segala ruangan.
2. Untuk Dinding dan Area Dekoratif
Pilih keramik glazed untuk dinding dapur, kamar mandi, atau backsplash. Glasir memberikan efek visual menarik sekaligus mempermudah pembersihan noda minyak dan air. Dengan strategi yang tepat, Anda bisa mengkombinasikan kedua jenis keramik tersebut agar fungsi dan estetika berjalan seimbang.
3. Untuk Area Basah
Di kamar mandi atau area cuci, pilih glazed dengan tekstur anti-slip. Lapisan glasir yang tepat membantu mengurangi risiko licin. Namun, pastikan Anda tetap memeriksa spesifikasi teknis saat memilih jenis keramik untuk area basah dan rawan tergelincir.Â
Faktor Tambahan yang Sering Terlewat
Banyak orang hanya fokus pada jenis keramik, padahal faktor pendukung juga menentukan hasil akhir. Agar Keramik Pressed dan Glazed terpasang optimal, Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut:
- Gunakan mortar yang sesuai standar daya rekat.
- Pastikan permukaan lantai rata sebelum pemasangan.
- Gunakan nat berkualitas untuk mencegah rembesan air.
- Pilih supplier baja ringan terpercaya jika proyek melibatkan struktur tambahan.
Pemilihan mortar yang tepat membantu menjaga kestabilan keramik lantai dalam jangka panjang. Selain itu, dukungan material pendukung berkualitas akan mengurangi risiko retak atau terangkat.
Tips Memilih Jenis Keramik Secara Tepat
Sebelum membeli, lakukan langkah berikut agar tidak salah pilih:
- Periksa tingkat penyerapan air pada spesifikasi produk.
- Sesuaikan ukuran keramik dengan luas ruangan.
- Bandingkan ketebalan dan kualitas finishing.
- Konsultasikan kebutuhan proyek dengan penyedia material terpercaya.
Dengan pendekatan ini, Anda tidak hanya memahami kedua jenis keramik tersebut, tetapi juga mampu menerapkannya secara praktis di lapangan.
Kesimpulan
Secara umum, Keramik Pressed dan Glazed memiliki karakter berbeda yang saling melengkapi. Keramik pressed unggul dalam kekuatan dan kepadatan, sedangkan glazed menawarkan nilai estetika serta kemudahan perawatan. Jika Anda memahami kebutuhan ruang dan spesifikasi teknisnya, Anda dapat memilih material yang tepat tanpa kompromi.
Simak informasi terbaru lainnya terkait produk-produk bahan material, tips renovasi, hingga rekomendasi desain rumah melalui website resmi kami melalui link ini.
