Dasar Pemilihan Bahan Pondasi Rumah bagi Pemula

Banyak orang bingung memilih pondasi yang tepat, dan sering baru sadar pentingnya pondasi setelah muncul retakan di lantai atau dinding. Padahal, masalah seperti ini sering terjadi karena pemilihan pondasi yang kurang tepat sejak awal.

Sebenarnya, memahami pondasi tidak sesulit yang dibayangkan. Pondasi adalah “kaki” rumah yang menentukan kekuatan seluruh bangunan. Jika pondasi dipilih sembarangan, rumah bisa miring, bergeser, atau retak meski material lainnya bagus.

Dengan memahami dasar-dasarnya, orang awam pun bisa memilih bahan pondasi rumah yang benar. Pemilihan material, jenis pondasi, dan teknik pemasangan yang tepat dapat mencegah kerusakan dini dan mengurangi biaya renovasi di masa depan.

Mengapa Pondasi Sangat Penting

Bahan pondasi rumah digunakan untuk menahan seluruh beban bangunan. Pondasi juga menyalurkan beban tersebut ke tanah agar rumah tidak mudah retak atau bergeser. Dalam kondisi tertentu, pondasi bahkan harus mampu menahan getaran atau perubahan tanah. Karena itu, pemilik rumah perlu mengenali bahwa pondasi merupakan struktur paling krusial meski letaknya tidak terlihat.

Sesuaikan Bahan Pondasi Rumah dengan Karakter Tanah

Bahan pondasi rumah harus dipilih berdasarkan kondisi tanah. Tanah keras dapat menggunakan pondasi dangkal seperti pondasi batu kali, sedangkan tanah lembek atau berpasir biasanya membutuhkan pondasi dalam seperti tiang pancang, karena lapisan keras berada jauh di bawah permukaan. Jika pemilik rumah bingung menentukan jenisnya, pemeriksaan tanah sederhana dapat dilakukan oleh tukang yang berpengalaman.

Gunakan Beton dengan Campuran yang Benar

Bahan pondasi rumah yang paling umum adalah beton. Beton kuat hanya jika campurannya tepat. Biasanyan, pekerja sering menambahkan terlalu banyak air agar adukan terasa ringan, tetapi cara ini bisa membuat beton rapuh. Selain itu, baja tulangan juga diperlukan supaya pondasi tidak mudah patah. Dalam kasus tertentu, baja harus dilapisi pelindung untuk mencegah karat.

Memilih Ukuran dan Kedalaman Pondasi yang Sesuai Beban

Bangunan dua lantai memberikan beban lebih besar sehingga memerlukan pondasi yang lebih kuat dibanding rumah satu lantai. Jika tukang memasang pondasi dangkal terlalu tipis, tanah akan lebih mudah turun. Ketika tanah kurang padat, pekerja harus menambah kedalaman pondasi. Prinsip sederhananya: semakin berat rumah yang dibangun, maka semakin kuat dan dalam pondasi pula pondasi yang perlu pemilik rumah buat.

Pastikan Pondasi Terhubung Baik ke Kolom dan Sloof

Pondasi yang kuat tetap bisa gagal bila tidak terhubung dengan struktur atas. Jadi, kolom harus berdiri tepat di atas pondasi, lalu sloof mengikat keduanya agar beban dinding terbagi rata. Jika sambungan ini tidak baik, rumah bisa bergeser ketika terkena angin atau getaran. Oleh sebab itu, pengikatan antarkomponen harus dikerjakan sesuai standar.

Gunakan Material Pendukung untuk Memperkuat Struktur Pondasi

Material seperti pasir urug, batu koral, dan lapisan kompaksi dapat membantu tanah agar menjadi lebih padat. Pada tanah yang sangat lembek, lapisan tambahan ini bisa mencegah amblas. Bahkan, beberapa pondasi dangkal memakai bata atau batu sebagai pengisi bagian tertentu. Dengan kombinasi material yang benar, daya dukung pondasi meningkat tetapi biaya tetap dapat ditekan.

Pengerjaan Pondasi Tidak Boleh Tergesa-gesa

Pondasi yang kuat sangat bergantung pada cara pengerjaannya. Oleh sebab itu, kuli harus menuang beton secara merata agar tidak muncul rongga di dalamnya. Pada beberapa proyek, tukang sering menurunkan kualitas pondasi karena bekerja terlalu terburu-buru. Karena itu, pemilik rumah perlu melakukan pemeriksaan sederhana untuk memantau kualitas pekerjaan mereka.

Pemilik Rumah Perlu Memeriksa dan Merawat Pondasi Secara Berkala

Pondasi dapat mengalami perubahan meskipun materialnya baik. Retakan pada lantai, kusen miring, atau bagian rumah yang menurun merupakan tanda pondasi melemah. Jika kerusakan kecil segera diperbaiki, maka perbaikan besar dapat dihindari. Dengan demikian, bahan pondasi rumah yang sudah terpasang tetap berfungsi maksimal dalam jangka panjang.

Memilih pondasi rumah tidak harus rumit. Orang awam dapat mengikuti langkah sederhana seperti menyesuaikan pondasi dengan tanah, memakai material beton berkualitas, serta memastikan sambungan struktural kuat. Perawatan rutin juga penting agar pondasi tetap stabil. Dengan pemilihan bahan pondasi rumah yang tepat dan teknik pengerjaan yang baik, rumah dapat bertahan lama dan aman bagi penghuninya.

Selain itu, kamu juga perlu mengetahui distributor bahan pondasi rumah untuk mengurangi risiko bangunan cepat rusak dan meminimalkan kebutuhan renovasi di kemudian hari.

Baca artikel lainnya mengenai konstruksi bangunan hanya disini.