Cara Memotong Baja Ringan yang Benar Pakai Gerinda?

Memotong baja ringan dengan gerinda merupakan salah satu teknik umum yang sering digunakan oleh pekerja konstruksi dan tukang bangunan. Meski banyak orang memilih gerinda karena kecepatannya, proses ini tetap harus dengan cara yang benar agar hasilnya rapi, tepat ukuran, dan aman.

Namun, pemotongan baja ringan menggunakan gerinda masih menjadi perdebatan karena cara ini bagi sebagian orang sangat tidak direkomendasikan karena dapat merusak lapisan pelindung baja ringan (galvalum/zincalume). Saat proses pemotongan, percikan api dan suhu panas dari gerinda dapat mengakibatkan beberapa efek buruk pada baja ringan. Simak penjelasannya berikut ini.

Mengapa Gerinda Sering Dipilih untuk Memotong Baja Ringan?

Gerinda tangan atau angle grinder populer karena kemampuannya memotong baja ringan dengan cepat dan tidak membutuhkan tenaga fisik terlalu besar. Selain itu, alat ini dapat menghasilkan hasil potongan yang cukup rapi jika digunakan dengan teknik yang tepat. Gerinda juga fleksibel untuk memotong bagian-bagian kompleks tanpa harus memindahkan material terlalu banyak. 

Meskipun begitu, penggunaan gerinda memiliki beberapa perhatian khusus. Gerinda dapat menghasilkan percikan api dan suara bising, sehingga pengguna wajib memakai perlengkapan keselamatan. Selain itu, jika proses pemotongan tidak dengan benar, hasilnya bisa kurang presisi dan mempercepat terjadinya korosi pada ujung potongan baja ringan.

Alat dan Perlengkapan yang Harus Disiapkan

Sebelum mulai memotong baja ringan, pastikan kamu menyiapkan semua alat dan perlengkapan yang diperlukan agar pekerjaan berjalan efisien dan aman. Berikut hal-hal yang harus kamu siapkan:

  1. Mesin gerinda tangan (angle grinder) dengan mata potong khusus logam

  2. Mata potong baja ringan yang sesuai (pisau cutting wheel)

  3. Meteran atau pengukur, untuk memastikan ukuran yang akurat

  4. Spidol/pensil tukang, untuk menandai garis potong

  5. Alat pelindung diri (APD): kacamata, sarung tangan, masker, dan earplug

  6. Clamp atau penjepit, untuk mengunci baja ringan agar stabil saat dipotong

Langkah-Langkah Memotong Baja Ringan Pakai Gerinda

Berikut ini langkah-langkah yang benar untuk memotong baja ringan menggunakan gerinda agar hasilnya bersih dan presisi.

1. Tentukan Titik yang Akan Dipotong

Langkah pertama adalah mengukur panjang baja ringan menggunakan meteran atau alat ukur lainnya. Setelah selesai menentukan ukuran, buat garis pembatas pada material dengan spidol atau pensil. Garis ini akan menjadi panduan agar hasil potong tepat sesuai ukuran. 

2. Pastikan Material Stabil

Sebelum menyalakan gerinda, pastikan baja ringan berada pada permukaan yang datar dan stabil. Kamu perlu menggunakan clamp atau penjepit untuk menahan material agar tidak bergeser saat proses pemotongan. Posisi yang stabil akan membantu kamu mengarahkan gerinda dengan lebih presisi. 

3. Pasang Mata Gerinda yang Tepat

Pilih mata potong khusus logam atau baja ringan, lalu pasang secara benar pada mesin gerinda. Pastikan mata potong terpasang rapat dan aman agar tidak lepas saat alat berputar. Mata potong yang tepat akan membantu menghasilkan potongan yang lebih bersih dan mengurangi percikan api. 

4. Lakukan Pemotongan dengan Gerinda

Hidupkan mesin gerinda kemudian arahkan mata potong ke garis yang telah kamu buat. Dorong gerinda secara perlahan dan stabil, tanpa menekan terlalu keras. Tekanan berlebih dapat membuat profil baja penyok atau bahkan menyebabkan mata potong cepat aus. Potong baja ringan perlahan hingga benar-benar terputus di sepanjang garis. 

5. Matikan Alat dan Periksa Hasil Potongan

Setelah proses pemotongan selesai, segera matikan gerinda dan cabut kabel listriknya untuk alasan keselamatan. Periksa hasil potongan apakah sudah lurus dan sesuai ukuran. Jika masih ada ujung tajam atau pinggiran yang kasar, kamu bisa ratakan dengan gerinda halus atau kikir logam. 

Tips Agar Hasil Pemotongan Lebih Rapi dan Aman

Berikut ini beberapa tips penting yang bisa meningkatkan kualitas hasil potong baja ringan saat menggunakan gerinda:

  • Gunakan mata potong berkualitas dan sesuai spesifikasi baja ringan agar hasilnya bersih tanpa banyak gigi robek. 

  • Jangan kompromi dengan alat pelindung diri (APD) seperti kacamata dan masker, karena percikan api bisa berbahaya. 

  • Jangan tekan gerinda terlalu kuat pada material karena hal ini dapat merusak bentuk profil baja serta memperpendek usia mata potong. 

  • Perhatikan posisi tubuh, berdirilah dengan stabil dan pastikan gerinda diarahkan menjauh dari tubuh dan orang lain. 

Hal yang Harus Dihindari Saat Memotong Baja Ringan

Agar mesin gerinda dan baja ringan tetap awet serta proses kerja aman, beberapa hal berikut harus dihindari:

  1. Memotong tanpa mengunci material – baja yang bergerak bisa menghasilkan potongan tidak rapi dan berbahaya. 

  2. Mengabaikan pemasangan mata potong yang benar – ini bisa menyebabkan mata potong pecah atau tak presisi. 

  3. Biarkan sisa potongan yang tajam tanpa dibersihkan – pinggiran tajam berisiko melukai saat pemasangan atau handling. 

  4. Memotong di area sempit tanpa ruang gerak – tempat sempit membuat kontrol gerinda kurang stabil dan berbahaya.  

Apakah Boleh Menggunakan Gerinda?

Meskipun banyak pekerja memilih gerinda karena prosesnya cepat dan praktis, para ahli konstruksi lebih merekomendasikan penggunaan gunting baja ringan sebagai pilihan utama. Gunting baja ringan menjaga lapisan anti-karat tetap utuh, sehingga material tidak mudah berkarat setelah dipotong. Selain itu, penggunaan gunting juga mengurangi sisa material terbuang dan menghasilkan ujung potongan yang lebih aman.

Namun, ketika pekerjaan menuntut kecepatan tinggi atau memerlukan pemotongan pada profil baja ringan yang lebih tebal, pekerja tetap dapat menggunakan gerinda. Dalam kondisi ini, pengguna wajib melakukan pencegahan karat, seperti melapisi ujung potongan dengan zinc spray atau cat anti-karat agar daya tahan baja ringan tetap terjaga.

Kami menyediakan pilihan baja ringan yang lengkap dan variatif untuk mendukung setiap kebutuhan konstruksi. Dengan spesifikasi yang berbeda-beda sesuai fungsi penggunaannya, kamu bisa memilih baja ringan yang tepat agar pekerjaan lebih aman, efisien, dan hasilnya maksimal.