
Cara Membedakan Semen Asli dan Palsu: Tukang Wajib Tahu
Tahukah kamu, bukan cuma sepatu dan juga tas saja lho yang bisa dipalsukan, dalam dunia pembangunan hati-hati saat memilih produk semen, semen juga bisa palsu. Jangan sampai kamu menggunakan semen palsu untuk pengerjaan bagunanmu. Di artikel ini yuk kita bahas bagaimana cara membedakan semen asli dan juga semen palsu.
Semen palsu biasanya semen yang isinya bukan semen asli dari merk tertentu, tetapi semen campuran atau semen curah yang dikemas semirip mungkin dengan kemasan semen bermerk. Untuk membedakan semen asli dan juga semen palsu, kamu bisa mengikuti tips berikut:
Cara Membedakan Semen Asli dan palsu
1. Periksa Kemasan:
- Pastikan pada kemasan semen memiliki log SNI atau sudah bersertifikat internasional. Dengan adanya logo trsebut, kamu tidak usah mengkhawatirkan kualitas semen. Ini menunjukkan bahwa semen sudah memenuhi standar.
- Cek kondisi kemasan: kemasan harus tersegel sempurna dan juga tidak keras saat ditekan. Jika semen terasa keras atau menggumpal pada suatu sisi, biasanya semen sudah tidak layak pakai.
2. Uji Kehalusan (Jika Memungkinkan)
- Ambil sedikit semen dan gosokan pada ujung jari jempol dan juga telunjuk, rasakan teksturnya. Semen yang berkualitas memiliki tekstur yang halus.
- Tekstur halus pada semen seperti bedak talk.
- Jika semen terasa kasar brpasir biasanya semen mengandung kotoran (kualitas rendah).
3. Perhatikan Warna dan Tekstur
- Periksa warnanya, semen berkualitas biasanya memiliki warna abu-abu muda atau tua. Warna yang tidak seimbang atau terlalu gelap biasanya menangakan campuran kimia pada semen tidak tercampur sempurna.
- Pada saat proses pengadukan, semen yang memiliki kualitas yang tinggi biasanya terasa lebih padat, lengket, dan juga kental. Semen yang berkualitas juga biasanya lebih cepat keras daripada semen yang kualitasnya rendah.
4. Perhatikan Penyimpanan
- Hindari toko yang menjual semen yang diletakkan langsung di atas lantai atau toko yang kondisinya lembap.
- Simpan smen di atas permukaan yang sudah memiliki sekat seperti sekat kayu atau plastik agar semen tidak gampang mengeras.
- Jangan menyimpan semen terlalu lama, idealnya 3 bulan.
Jangan sampai kamu menggunakan semen yang berkualitas rendah untuk bangunanmu. Jangan tergiur dengan harga murah yang ditawarkan, pastikan kamu mengecek kondisi semen dan juga tokonya. Penggunaan semen yang kurang berkualitas pada bangunan dapat mempengaruhi hasil akhirnya. Ingat, bangunan merupakan salah satu investasi dengan jangka waktu yang lama.
Jika kamu bingung mencari toko bahan bangunan yang menyediakan banyak produk yang berkualitas dan juga terlengkap, kamu bisa mengunjungi belanjamaterial.com sekarang. Temukan banyak rekomendasi bahan bangunan yang berkualitas dan juga lengkap di toko ini.

