Ini Cara Menyimpan Cat yang Sudah Digunakan Agar Tidak Rusak

Banyak orang baru menyadari pentingnya menyimpan cat yang sudah digunakan dengan benar setelah mengalami kerugian. Cat yang awalnya masih bagus saat pertama kali pemakaian, justru sudah menggumpal ketika tukang akan memakai cat kembali. Selain itu, cat juga menjadi berbau tidak sedap, atau warnanya berubah. Akhirnya, mau tidak mau harus membeli cat baru hanya untuk menutup bagian kecil dinding.

Padahal, dengan penyimpanan yang tepat, cat lama yang sudah melalui pemakaian secara berulang masih bisa awet dan siap untuk pemakaian kapan saja. Masalahnya, kebiasaan sepele seperti membiarkan kaleng terbuka, menyimpannya di tempat panas, atau mencelupkan kuas kotor ke dalam kaleng masih banyak yang sering melaakukan dan menganggap hal tersebut adalah hal yang wajar. Padahal tanpa disadari, hal-hal inilah yang membuat cat cepat rusak dan boros biaya renovasi.

Kenapa Cat yang Sudah Digunakan Bisa Cepat Rusak?

Cat yang sudah terbuka sebelumnya sangat sensitif terhadap kondisi lingkungan, terutama udara, suhu, dan kelembaban. Begitu kaleng terbuka, kualitas cat perlahan mulai berubah. Berikut beberapa alasan utama mengapa cat yang sudah terpakai bisa cepat mengering atau rusak.

Paparan udara menjadi penyebab paling umum. Udara yang masuk ke dalam kaleng memicu proses oksidasi yang membuat cat mengental, menggumpal, dan sulit untuk pengadukan kembali meskipun secara visual masih terlihat normal.

Selain itu, suhu panas juga berpengaruh besar. Menyimpan cat di area yang terkena sinar matahari langsung atau dekat atap panas dapat mempercepat penguapan cairan di dalam cat. Akibatnya, cat menjadi lebih kental dan daya sebar menurun drastis.

Selain itu, kelembaban berlebih dapat memicu pertumbuhan jamur. Ruangan yang lembap sering menyebabkan cat berbau apek dan penggunaannya sudah tidak layak lagi meskipun penyimpanan cat masih belum lama.

Faktor lainnya, kontaminasi dari alat kerja juga sering terjadi. tukang yang langsung mencelupkan kembali kuas atau roller yang kotor ke dalam kaleng, biasanya membawa debu, pasir, atau sisa cat kering. Akibatnya, kotoran-kotoran ini merusak tekstur cat dan menurunkan kualitas hasil pengecatan.

Faktor terakhir yang sering terabaikan adalah tutup kaleng yang tidak rapat. Meski terlihat tertutup, celah kecil sudah cukup untuk membuat udara masuk dan merusak cat secara perlahan.

Cara Menyimpan Cat yang Sudah Digunakan Agar Tidak Rusak

Setelah mengetahui penyebabnya, langkah berikutnya adalah menerapkan cara penyimpanan yang benar. Dengan kebiasaan sederhana, cat yang sudah terbuka sebelumnya bisa bertahan lebih lama dan tetap layak pakai.

1. Gunakan Wadah yang Kedap Udara

Jika kaleng cat sudah penyok atau tutupnya tidak bisa menutup rapat, sebaiknya tukang jangan memaksa untuk membuka tutup kaleng cat. Hal tersebut karena udara tetap bisa masuk dan mempercepat kerusakan cat.

Solusi yang lebih aman adalah memindahkan cat lama ke wadah plastik tebal atau kaca yang bisa tutupnya rapat. Usahakan wadah hampir penuh agar ruang udara di dalamnya minimal.

2. Simpan Cat dalam Posisi Terbalik

Menyimpan cat dengan posisi terbalik dapat membantu cat menutup celah di bagian tutup sehingga udara sulit masuk. Cara ini cukup efektif untuk memperlambat proses oksidasi.

Pastikan tutup benar-benar rapat sebelum melakukan pembalikan cat agar cat tidak bocor dan mengotori area penyimpanan.

3. Simpan di Tempat Sejuk dan Kering

Hindari menyimpan cat bekas pakai di dekat atap panas, mesin, atau area terbuka. Pilih tempat yang sejuk, tidak terkena sinar matahari langsung, dan memiliki sirkulasi udara yang baik.

Selain itu, sebaiknya menghindari gudang yang terlalu lembap karena bisa memicu jamur dan bau tidak sedap.

4. Jangan Mencampur Cat Lama dengan Cat Baru

Mencampur cat lama dan cat baru memang terlihat praktis, tapi berisiko menurunkan kualitas cat secara keseluruhan. Komposisi cat lama sudah berubah dan bisa membuat warna tidak konsisten serta daya tutup berkurang.

Oleh sebab itu, gunakan cat yang sudah terpakai sebelumnya hanya untuk area kecil seperti sudut dinding, retakan, atau bagian yang tidak terlalu terlihat.

5. Selalu Cek Kondisi Cat Sebelum Digunakan

Sebelum mengaplikasikan kembali cat, lakukan pengecekan sederhana. Aduk hingga rata, cium baunya untuk memastikan tidak menyengat, lalu coba oleskan ke permukaan kecil.

Jika cat masih halus, tidak berbau tajam, dan warnanya tidak berubah drastis, berarti cat yang sudah terpakai sebelumnya masih aman untuk pemakaian berulang.

Menyimpan cat lama dengan benar bukan sebenarnya tidak ribet. Oleh sebab itu, baik pemilik rumah maupun tukang harus membiasakan kebiasaan yang telah ada sebelumnya untuk menjaga kualitas cat bekas pakai. Dengan menghindari udara, panas, dan kelembaban, serta memastikan wadah tertutup rapat, pemilik rumah bisa menghemat biaya dan waktu saat melakukan perbaikan kecil.

Cat yang tersimpan dengan baik akan sangat membantu saat pemilik rumah membutuhkan cat kembali tanpa harus membeli cat baru. Oleh sebab itu, jika sering mengecat atau melakukan renovasi, memahami cara penyimpanan ini bisa mencegah material terbuang percuma dan menjaga hasil pengecatan tetap maksimal.

Untuk mengetahui artikel lainnya seputar tips bahan bangunan bisa kunjungi laman berikut ini, sedangkan pemeblian bahan bangunan yang berkualitas bisa dilakukan di laman ini.