
Kesalahan Penggunaan Bendrat yang Sering Terjadi di Lapangan
Kesalahan penggunaan bendrat masih sering terjadi di proyek bangunan, baik skala rumah tinggal maupun konstruksi besar. Banyak rangka beton terlihat rapi di awal, tetapi bermasalah setelah pengecoran. Tulangan bergeser, jarak berubah, bahkan muncul retak dini.
Masalah ini jarang muncul karena bendrat jelek. Justru, cara pakai yang kurang tepat jadi penyebab utama. Padahal, bendrat punya peran penting untuk menjaga posisi tulangan tetap stabil sebelum dan saat menuangkan beton.
Jika tukang, mandor, dan kontraktor memahami kesalahan penggunaan bendrat sejak awal, pekerjaan jadi lebih rapi, kuat, dan minim bongkar ulang. Karena itu, penting untuk membahas kesalahan yang sering terjadi di lapangan agar bisa menghindari kesalahan sejak awal pemasangan.
Mengetahui kesalahan ini bukan untuk menyalahkan, tetapi untuk meningkatkan kualitas hasil konstruksi.
Kesalahan Saat Menggunakan Bendrat
1. Memilih Bendrat Terlalu Tipis
Kesalahan penggunaan bendrat biasanya mulai dari pemilihan ukuran kawat. Bendrat yang terlalu tipis memang mudah untuk pelintirnya, tetapi gampang putus saat pengecoran.
Saat vibrator beton bekerja, ikatan bisa longgar dan tulangan bergeser. Akibatnya, posisi besi tidak sesuai gambar kerja.
2. Menggunakan Bendrat Terlalu Tebal
Sebaliknya, bendrat yang terlalu tebal bikin pekerjaan lambat. Tukang cepat lelah, dan ikatan sering tidak rapat karena sulit dipelintir dengan benar.
Kondisi ini membuat hasil ikatan tidak konsisten di seluruh area tulangan.
3. Memakai Bendrat Berkarat atau Getas
Bendrat yang sudah berkarat parah atau getas sering patah saat diputar. Selain itu, kotoran oli dan karat tebal bisa mengganggu daya lekat beton ke tulangan.
Kesalahan penggunaan bendrat jenis ini sering dianggap sepele, padahal dampaknya besar ke kualitas struktur.
4. Salah Membaca Gambar dan Schedule Besi
Kesalahan bukan cuma di lapangan, tapi juga di tahap persiapan. Salah membaca bar bending schedule membuat tukang salah posisi ikatan.
Akibatnya, jarak tulangan tidak sesuai desain dan butuh perbaikan mendadak.
5. Tidak Menyesuaikan Jenis Ikatan
Setiap titik tulangan punya kebutuhan berbeda. Area balok, kolom, dan sloof butuh ikatan lebih kuat dibanding pelat lantai.
Namun di lapangan, satu jenis ikatan sering dipakai untuk semua area. Ini termasuk kesalahan penggunaan bendrat yang sering terulang.
6. Ikatan Terlalu Longgar
Ikatan longgar membuat tulangan mudah bergeser saat diinjak atau terkena getaran. Ini kesalahan klasik yang sering muncul di proyek cepat kejar target.
Tulangan yang bergeser bisa mengurangi ketebalan selimut beton.
7. Ikatan Terlalu Kencang
Ikatan yang terlalu kencang juga bermasalah. Bendrat bisa memotong lapisan luar besi dan melemahkan perlindungan alami tulangan.
Selain itu, ujung bendrat sering tajam dan membahayakan pekerja.
8. Salah Memilih Jenis Simpul
Tidak semua simpul cocok untuk semua kondisi. Simpul sederhana kurang cocok untuk area dengan getaran tinggi seperti kolom dan balok utama.
Kesalahan penggunaan bendrat ini membuat rangka tulangan kurang stabil saat pengecoran.
9. Jarak Ikatan Terlalu Jarang
Ikatan yang terlalu jarang membuat rangka tulangan tidak kaku. Saat beton dituangkan, posisi besi mudah berubah.
Ini sering terjadi pada proyek rumah tinggal karena dianggap beban ringan.
10. Ikatan Terlalu Rapat
Sebaliknya, ikatan terlalu rapat boros material dan waktu. Selain itu, terlalu banyak bendrat bisa mengganggu aliran beton saat pengecoran.
Pola ikatan yang efisien jauh lebih penting daripada jumlah ikatan.
11. Membengkokkan Bendrat dengan Api
Beberapa tukang masih memakai api untuk melunakkan bendrat atau besi. Cara ini merusak struktur logam dan menurunkan kekuatan material.
Kesalahan penggunaan bendrat ini sangat berisiko untuk jangka panjang.
12. Membengkokkan Terlalu Dekat Ujung
Membuat tekukan terlalu dekat ujung kawat membuat ikatan sulit dikunci dengan baik. Akibatnya, simpul mudah lepas saat terkena getaran.
13. Tidak Menggunakan Spacer
Ikatan bendrat yang rapi tetap tidak cukup tanpa spacer. Tanpa spacer, tulangan bisa menempel ke bekisting.
Hal ini mengurangi selimut beton dan meningkatkan risiko karat di masa depan.
14. Posisi Tulangan Berubah Saat Cor
Ikatan yang kurang kuat membuat tulangan turun atau miring saat pengecoran. Kesalahan penggunaan bendrat ini sering baru terlihat setelah beton mengeras.
15. Ujung Bendrat Dibiarkan Tajam
Ujung bendrat yang mencuat sering melukai tangan dan kaki pekerja. Selain itu, ujung tajam bisa merusak bekisting.
Melipat atau memotong rapi ujung bendrat seharusnya jadi standar kerja.
16. Tidak Menggunakan Alat Pelindung
Banyak tukang masih mengabaikan sarung tangan dan kacamata. Padahal, bendrat mudah melukai kulit dan mata.
Keselamatan kerja selalu berkaitan langsung dengan kualitas hasil.
17 Tidak Melakukan Pengecekan Akhir
Setelah ikatan selesai, pengecekan sering dilewatkan. Padahal, ini momen penting sebelum beton dituang.
Kesalahan kecil yang terlewat bisa jadi cacat permanen pada struktur.
Kesalahan penggunaan bendrat sering terlihat sepele, tetapi dampaknya besar pada kekuatan dan keawetan bangunan. Mulai dari salah pilih material, teknik ikatan yang keliru, hingga kurangnya kontrol kualitas, semua bisa memicu masalah struktural.
Dengan memahami kesalahan-kesalahan ini, tukang, mandor, dan kontraktor bisa meningkatkan kualitas pekerjaan tanpa biaya tambahan besar. Pekerjaan jadi lebih rapi, aman, dan sesuai standar.
Untuk informasi lainnya seputr bahan material, kunjungi laman ini dan temukan berbagai artikel seputar teknik bangunan.
Dan untuk memastikan proyek berjalan aman dan tahan lama, gunakan bahan bangunan berkualitas yang tersedia di distributor resmi dan terpercaya melalui website ini. Pilihan material yang tepat selalu jadi awal bangunan yang kuat.
