
Cara Menentukan Jarak Gording Baja Ringan yang Aman
Banyak orang menganggap sepele dalam menentukan jarak gording, padahal banyak atap baja ringan terlihat rapi di awal lalu mulai bermasalah setelah beberapa tahun. Contohnya seperti gording bisa bergeser, penutup atap melengkung, bahkan rangka terasa bergetar saat angin kencang.
Masalah tersebut umumnya muncul bukan karena kualitas baja yang buruk, melainkan karena tukang kurang tepat saat menentukan jarak gording sejak awal pemasangan. Padahal, jarak gording memegang peran penting dalam menahan beban atap dan menjaga kestabilan rangka.
Dengan memahami cara menentukan jarak gording yang aman, pemilik rumah, mandor, hingga kontraktor bisa mendapatkan atap yang lebih kuat, stabil, dan awet tanpa harus melakukan perbaikan berulang di kemudian hari.
Faktor Utama Menentukan Jarak Gording Baja Ringan
Menentukan jarak gording tidak bisa asal-asalan. Ada beberapa faktor teknis yang perlu perhatian sebelum pemasangan agar struktur atap baja ringan tetap aman dan sesuai standar.
1. Beban yang Ditopang Atap
Beban atap menjadi dasar utama dalam menentukan jarak gording yang aman.
-
Beban mati
Beban ini berasal dari berat penutup atap, gording, reng, dan aksesorinya. Atap metal tipis tentu berbeda bebannya dengan atap genteng. -
Beban hidup
Beban sementara seperti pekerja saat perawatan atau perbaikan atap juga perlu perhitungan. -
Beban lingkungan
Angin kencang, hujan deras, dan genangan air bisa memberi tekanan tambahan pada gording. Area pesisir atau dataran tinggi biasanya membutuhkan jarak gording lebih rapat.
Semakin besar beban, semakin kecil jarak gording yang disarankan.
2. Ukuran dan Ketebalan Gording
Dimensi gording sangat memengaruhi jarak pemasangan.
-
Gording yang lebih tinggi dan tebal mampu menahan bentang lebih panjang
-
Gording tipis cenderung membutuhkan jarak yang lebih rapat agar tidak melendut
-
Kualitas baja juga berperan dalam kekuatan menahan beban
Karena itu, menentukan jarak gording harus selalu sesuai dengan spesifikasi material bangunannya.
Cara Menentukan Jarak Gording yang Aman
Tukang dan kontraktor biasa menggunakan langkah-langkah praktis ini saat menentukan jarak gording baja ringan.
1. Mengukur Bentang Atap
Langkah awalnya dengan mengukur panjang bidang atap miring, bukan hanya ukuran denah bangunan.
-
Ukur panjang kaso atau kuda-kuda
-
Tentukan titik awal dari tepi atap hingga nok
-
Catat hasil ukur secara detail
Data ini menjadi dasar perhitungan jumlah dan jarak gording.
2. Menyesuaikan dengan Jenis Penutup Atap
Setiap penutup atap memiliki kemampuan bentang yang berbeda.
-
Atap metal tipis biasanya membutuhkan jarak gording sekitar 1–1,2 meter
-
Atap metal lebih tebal bisa memakai jarak hingga 1,5 meter
-
Penutup atap berat membutuhkan jarak gording yang lebih rapat
Jika jarak terlalu lebar, penutup atap mudah bergelombang dan cepat rusak.
3. Mengikuti Tabel dan Standar Pabrikan
Produsen baja ringan umumnya menyediakan tabel bentang aman.
-
Tabel ini menunjukkan jarak maksimal berdasarkan ukuran gording
-
Memperhitungkan beban angin dan hujan
-
Data pabrikan membantu menghindari kesalahan perhitungan di lapangan
Mengikuti standar pabrikan jauh lebih aman daripada mengandalkan perkiraan.
Jarak Gording Berdasarkan Kondisi Lapangan
Setiap proyek punya karakter yang berbeda. Karena itu, jarak gording perlu disesuaikan dengan kondisi lokasi.
1. Area Angin Kencang
Bangunan di daerah terbuka atau pesisir membutuhkan perhatian khusus.
-
Jarak gording sebaiknya dipersempit
-
Sambungan gording harus lebih rapat
-
Pengikat perlu ditambah agar rangka tidak terangkat angin
Langkah ini membantu menjaga kestabilan atap saat cuaca ekstrem.
2. Kemiringan Atap
Kemiringan atap juga memengaruhi jarak gording.
-
Atap landai menahan air lebih lama
-
Beban air hujan meningkat saat kemiringan kecil
-
Jarak gording harus lebih rapat
Sebaliknya, atap curam memungkinkan jarak gording sedikit lebih renggang.
Kesalahan Umum Saat Menentukan Jarak Gording
Banyak masalah atap muncul karena kesalahan berikut.
1. Menyamakan Semua Proyek
Sebagian tukang memakai jarak gording yang sama untuk semua bangunan. Padahal, setiap proyek punya beban dan kondisi berbeda.
2. Mengabaikan Beban Angin
Angin sering dianggap sepele. Padahal, gaya angkat dari angin bisa merusak rangka atap jika jarak gording terlalu lebar.
3. Tidak Mengecek Spesifikasi Material
Menggunakan gording tipis dengan jarak lebar sering berujung pada atap melendut. Hal ini bisa dihindari dengan membaca spesifikasi material sejak awal.
Tips Praktis Agar Jarak Gording Aman
Agar hasil pemasangan maksimal, tukang bisa menerapkan beberapa tips berikut.
-
Gunakan jarak standar lalu sesuaikan dengan kondisi lapangan
-
Pastikan pemasangan lurus dan sejajar
-
Tambahkan pengaku jika bentang terasa terlalu panjang
-
Konsultasikan perhitungan dengan tenaga berpengalaman
Langkah sederhana ini membantu menjaga kekuatan struktur atap dalam jangka panjang.
Menentukan jarak gording bukan pekerjaan asal ukur. Menentukan jarak gording yang aman membutuhkan pemahaman beban, spesifikasi material, dan kondisi lingkungan. Dengan jarak yang tepat, atap baja ringan menjadi lebih kuat, stabil, dan tahan lama.
Untuk mendapatkan insight konstruksi lainnya, kunjungi laman ini dan baca berbagai artikel seputar bangunan, baja ringan, serta tips teknis lapangan.
Jika membutuhkan material bangunan berkualitas, pastikan membeli hanya dari distributor resmi dan terpercaya. Kunjungi laman ini untuk mendapatkan baja ringan dan material konstruksi yang sesuai standar dan aman untuk berbagai proyek.
