
Jenis-jenis Atap Bangunan yang Cocok untuk Iklim Indonesia
Jenis-jenis atap bangunan perlu kamu perhatikan, apalagi jika kamu tinggal di indonesia yang memiliki iklim tropis: panas terik, lembap, dan sering hujan. Pemilihan material atap yang benar juga dapat membuat suhu dalam rumah tetap stabil. Di artikel ini, yuk kita bahas apa saja kelebihan dan juga kekurangan dari beberapa material atap yang sering digunakan di Indonesia.
Jenis-jenis Atap Bangunan
1. Atap Genteng tanah Liat
Cocok untuk rumah tradisional, tropis, hingga rumah bergaya minimalis natural.
Kelebihan:
- Daya tahan tinggi, bisa sampai puluhan tahun.
- Dapat menyerap panas dengan baik, membuat rumah tetap sejuk.
- Tahan hujan dan juga angin. Jadi kamu tidak perlu khawatir saat ada hujan deras atau badai.
- Banyak yang menjual di Indonesia.
Kekurangan:
- Memiliki bobot yang berat, sehingga membutuhkan rangka yang lebih kuat.
- Pemasangannya harus presisi agar tidak mudah bocor.
- Karena terbuat dari tanah liat, membuat genteng mudah pecah jika tidak sengaja terjatuh atau tertimpa beban berat.
2. Atap Beton
Cocok untuk rumah modern, rumah bergaya minimalis, hingga bergaya industrial.
Kelebihan:
- Kuat, tahan lama, bisa dijadikan sebagai rooftop/dak.
- Minim bocor jika pengerjaan rapi.
Kekurangan:
- Terasa panas jika tidak ada lapisan insulasi atau waterproofing.
- Biaya pengerjaannya cukup tinggi.
3. Atap Metal / Galvalum
Cocok untuk bangunan modern, bangunan komersial, hingga gudang.
Kelebihan:
- Proses pemasanggannya cepat karena ringan dan juga lebar.
- Memiliki banyak varian warna dan juga bentuk.
- Ringan, kuat, anti rayap, dan juga tahan korosi.
Kekurangan:
- Menimbulkan suara berisik saat hujan
- Mudah menyerap panas, jadi membutuhkan lapisan pelindung anti panas.
- Kurang cocok untuk rumah atau bangunan di area pesisir pantai.
4. Atap UPVC
Cocok untuk pembangunan kanopi, teras, carport, hingga taman indoor.
Kelebihan:
- Tahan sinar uv, ringan, dan juga beberapa tipe bisa memasukkan cahaya matahari ke dalam rumah.
- Tidak mudah berkarat, cocok untuk segala semua daerah rumahmu; di pegunungan, pantai, hingga desa.
- Ringan dan pemasangannya cepat.
- Tahan lama hingga puluhan tahun.
Kekurangan:
- Harga relatif lebih mahal daripada atap plastik biasanya.
5. Atap Sirap Kayu Ulin / Merbabu
Cocok untuk rumah adat, villa, dan juga bangunan bergaya tropis alami.
Kelebihan:
- Estetikanya tinggi, memberikan kesan alami dan juga membuar ruangan sejuk.
- Tahan panas dan hujan jika kualitas kayu bagus.
Kekurangan:
- Harganya mahal dan juga memerlukan perawatan rutin.
- Tidak cocok di area yang rawan rayap kalau bukan kayu yang keras.

Pastikan kamu menggunakan material atap yang tepat untuk bangunanmu. Jangan sampai kamu salah memilih material atap yang salah. Sesuaikan degan gaya bangunanmu dan juga budget pembangunan. Untuk pembuatan kanopi yang kuat dan tahan lama, kamu bisa menggunakan atap UPVC.
Kalau kamu bingung mencari toko yang menjual berbagai macam bahan bangunan, mulai dari semen, mortar, hingga atap UPVC, kamu bisa mengunjungi belanjamaterial.com sekarang. Jika kamu ingin menemukan rekomendasi bahan bangunan lainnya, kamu bisa klik disini.
