Ternyata Begini Cara Pasang Keramik yang Benar! Jangan Sampai Salah Langkah

Memasang keramik terlihat mudah. Tinggal memberi adukan, menempelkan keramik, lalu merapikan nat. Namun, jika dilakukan tanpa teknik yang tepat, hasilnya bisa tidak rata, mudah retak, bahkan keramik terasa kopong saat diinjak jika tidak tahu teknik dan cara pasang keramik.

Karena itu, penting mengetahui cara pasang keramik yang benar sebelum memulai pekerjaan. Selain membuat tampilan lantai lebih rapi, pemasangan yang tepat juga membantu keramik lebih kuat dan tahan lama.

Alat dan Bahan yang Perlu Disiapkan

Sebelum mulai memasang keramik, siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan. Beberapa di antaranya adalah:

  • Keramik sesuai ukuran dan kebutuhan ruangan
  • Semen atau perekat keramik
  • Pasir jika menggunakan adukan konvensional
  • Air bersih
  • Meteran
  • Benang atau laser level
  • Waterpass
  • Palu karet
  • Roskam bergerigi
  • Spacer keramik
  • Alat pemotong keramik
  • Bahan pengisi nat

Pastikan keramik yang digunakan memiliki ukuran dan warna yang seragam agar hasil akhir terlihat lebih konsisten.

  1. Pastikan Permukaan Lantai Siap

Langkah pertama dalam cara pasang keramik adalah mempersiapkan permukaan lantai. Pastikan permukaan sudah cukup rata, kuat, bersih, dan bebas dari debu, minyak, atau kotoran.

Jika terdapat bagian lantai yang bergelombang atau berlubang, lakukan perataan terlebih dahulu. Jangan langsung memasang keramik di atas permukaan yang belum siap karena dapat menyebabkan keramik tidak rata atau mudah lepas.

Untuk pemasangan di area yang sering terkena air, seperti kamar mandi, pastikan kemiringan lantai menuju saluran pembuangan sudah dibuat dengan benar.

  1. Tentukan Titik Awal Pemasangan

Jangan langsung memasang keramik dari sembarang sudut. Tentukan terlebih dahulu garis acuan menggunakan benang atau laser level.

Pengukuran ini penting untuk memastikan posisi keramik tetap lurus dari awal hingga akhir. Sebaiknya lakukan simulasi susunan keramik terlebih dahulu untuk mengetahui posisi potongan keramik di sisi ruangan.

Dengan begitu, potongan keramik dapat ditempatkan di area yang lebih tersembunyi dan tampilan lantai menjadi lebih proporsional.

  1. Siapkan Adukan atau Perekat

Gunakan bahan perekat sesuai jenis keramik dan kondisi permukaan. Jika menggunakan adukan konvensional, campurkan bahan sesuai kebutuhan hingga mendapatkan konsistensi yang tepat.

Hindari membuat adukan terlalu encer karena dapat memengaruhi daya rekat. Sebaliknya, adukan yang terlalu kering juga sulit diratakan.

Jika menggunakan perekat keramik siap pakai, ikuti petunjuk pencampuran dan penggunaan yang tercantum pada kemasan produk.

  1. Aplikasikan Perekat Secara Merata

Ratakan perekat pada permukaan lantai menggunakan roskam bergerigi. Buat alur yang seragam agar kontak antara keramik dan perekat lebih optimal.

Jangan mengoleskan perekat terlalu luas sekaligus. Kerjakan secara bertahap agar perekat tidak mengering sebelum keramik dipasang.

Untuk ukuran keramik tertentu, metode pemasangan dan kebutuhan perekat dapat berbeda. Pastikan mengikuti rekomendasi produsen keramik dan bahan perekat yang digunakan. Klik disini untuk kebutuhan perekat keramik kamu!

  1. Pasang Keramik Mengikuti Garis Acuan

Letakkan keramik secara perlahan mengikuti garis yang sudah dibuat. Gunakan spacer untuk menjaga jarak antar keramik agar ukuran nat tetap konsisten.

Setelah keramik ditempatkan, tekan secara merata. Gunakan palu karet secara perlahan jika diperlukan untuk membantu memastikan posisi keramik menempel dengan baik.

Gunakan waterpass secara berkala untuk mengecek apakah permukaan keramik sudah rata. Jangan menunggu sampai seluruh lantai selesai karena akan lebih sulit memperbaiki posisi keramik yang sudah terpasang.

  1. Potong Keramik dengan Presisi

Pada bagian sudut, tepi ruangan, atau area yang memiliki bentuk khusus, keramik biasanya perlu dipotong.

Ukur bagian yang diperlukan dengan teliti sebelum melakukan pemotongan. Gunakan alat potong keramik yang sesuai agar hasil potongan lebih rapi dan mengurangi risiko keramik pecah.

Sebaiknya jangan menggunakan potongan yang terlalu kecil di area yang terlihat karena dapat mengurangi estetika lantai.

  1. Tunggu hingga Pemasangan Cukup Kuat

Setelah seluruh keramik terpasang, jangan langsung memberikan beban berat pada lantai. Berikan waktu agar perekat atau adukan mengeras sesuai petunjuk produk yang digunakan.

Hindari menggeser keramik yang sudah mulai mengikat karena dapat mengubah posisi dan membuat permukaan tidak rata.

  1. Isi Nat Keramik

Setelah keramik terpasang dengan kuat, tahap berikutnya adalah mengisi nat.

Bersihkan terlebih dahulu celah antar keramik dari sisa perekat atau kotoran. Kemudian aplikasikan bahan pengisi nat secara merata hingga celah terisi.

Setelah itu, bersihkan sisa bahan nat pada permukaan keramik sebelum mengering sepenuhnya.

Warna nat juga dapat disesuaikan dengan warna keramik. Nat dengan warna senada memberikan tampilan lebih menyatu, sedangkan warna kontras dapat memberikan aksen tersendiri.

Cara pasang keramik yang benar membutuhkan ketelitian sejak tahap persiapan hingga finishing. Mulai dari memastikan permukaan lantai rata, menentukan garis acuan, mengaplikasikan perekat dengan tepat, memasang keramik secara presisi, hingga mengisi nat dengan rapi.

Jangan hanya fokus pada tampilan keramik. Kualitas pemasangan juga sangat menentukan kekuatan dan umur pemakaian lantai. Dengan teknik cara pasang keramik yang tepat dan bahan berkualitas, keramik dapat memberikan tampilan yang rapi sekaligus membuat rumah terasa lebih nyaman dan menarik. Kunjungi juga www.bahanmaterial.com untuk kebutuhan renovasi lainnya!

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter